Sabtu, 18 Mei 2013

Kambing Aqiqah


Para ulama berpendapat dalam menentukan persyaratan kambing aqiqah terutama dalam hal usia kambing. Ada yang berpendapat harus 2 tahun, ada juga yang berpendapat 1 tahun bahkan ada juga yang berpendapat 6 bulan lebih sudah boleh (khusus untuk kambing domba).

Kambing aqiqah sehat, tidak cacat yaitu tidak buta, tidak hilang sebagian besar tanduk atau kupingnya, tidak ompong semua gigi depannya, dll. Tetapi ada sebagian ulama membolehkan dengan kambing apa saja mengingat tidak ada dalil khusus mengenai persyaratan kambing aqiqah, adapun persyaratan tadi di atas merupakan kiasan dari persyaratan kambing kurban, namun tetap yang paling afdol tentunya yang memenuhi syarat-syarat di atas.


Menurut para ulama dibolehkan beraqiqah dengan kambing yang tak bersuara, dan juga dengan kambing perempuan karena dalam persyaratan tidak ditemukan satupun keterangan yang melarangnya.

Jumlah kambing aqiqah untuk anak laki-laki disembelihkan 2 (dua) ekor, sedangkan untuk anak perempuan 1 (satu) ekor. Namun ada yang membolehkan untuk anak laki-laki cukup satu ekor, terutama apabila dalam kesempitan, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. Bahwa sesungguhnya Rasulullah telah mengaqiqahkan Al Hasan dan Al Husain satu kambing satu kambing.

Diutamakan melaksanakan pemotongan kambing aqiqah pada hari ke 7 (tujuh) dari kelahirannya, adapun kalau belum bisa boleh hari ke 14 (empat belas), 21 (dua puluh satu) atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata: "Pada zahirnya bahwa keterikatan pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, andaikan pada hari itu belum bisa dilakukan, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat), ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena pada prinsifnya Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan, sebagaimana firman Allah: "Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesusahan bagimu". (QS.2:185) Pendapat Imam Malik ini menjelaskan bahwa melakukan pemotongan kambing aqiqah kapan saja boleh, namun diutamakan pada hari ke 7 (tujuh) dari kelahirannya. Orang yang mengaqiqahkan anaknya dan ia pandai memotong kambing, disunnahkan untuk menyembelih kambing aqiqah sendiri sambil membaca : Bismillahi wallahu akbar, Allahumma Sholli 'ala Muhammadin Wa 'ala aalihi wassalam. Allahumma minka wa 'alaika taqobbal hadzihi aqiqah min ...... Fulan bin Fulan.
Dengan nama Allah dan Allah maha besar, Ya Allah berilah rahmat dan sejahterakan kepada nabi Muhammad dan keluarganya , Ya Allah ini dari Engkau dan kembali kepada Engkau, maka terimalah aqiqah dari....Fulan bin Fulan.

Perlu diperhatikan juga dalam hal ini, di sunnahkan kita tidak menghancurkan tulang kambing aqiqah mengingat sabdah Rasulullah:"Anggota-anggota badan dipotong dan tidak dihancurkan (dipecahkan)". (HR. Ibnu Munzir dari Aisyah ra). Namun ada juga yang membolehkannya mengingat hadits ini oleh sebagian ulama dianggap lemah.

Pembagian daging kambing aqiqah dibagikan sebagian kepada fakir miskin sebagai sedekah, dibagikan kepada kaum kerabat, tetangga yang membantu persalinan atau suku bangsa tertentu sebagai hadiah dan juga boleh lebih dari sepertiga bagian.

Adanya kelahiran bayi yang menyebabkan kebutuhan kambing aqiqah sangat tinggi, sehingga bisnis kambing aqiqah merupakan ide bisnis yang prospek.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar